Halaman

Tampilkan postingan dengan label Artikel Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Umum. Tampilkan semua postingan

Selasa, April 17, 2012

Jenis Makanan yang Memicu Kanker Sistem Pencernaan

Jakarta, Peningkatan kasus kanker selama beberapa tahun terakhir tak lepas dari buruknya gaya hidup dan pola makan yang dilakukan. Kanker memang bisa disebabkan oleh banyak faktor, namun juga bisa dikendalikan dan diobati jika masih dalam stadium awal.

"Munculnya kanker itu 80% disebabkan oleh faktor eksternal dan 20% disebabkan oleh faktor internal. Faktor eksternal adalah gaya hidup dan pola makan serta jenis makanan yang dikonsumsi. Sedangkan faktor internal meliputi faktor genetik dan keturunan," kata dr Fajar Firsyada SpB-KBD, spesialis bedah dan konsultqn bedah digestif RS Kanker Dharmais dalam acara penyuluhan kanker untuk awam di Aula RS Kanker Dharmais, Jakarta, Selasa (17/4/2012).

Menurut dr Fajar, gaya hidup yang sering memicu kanker adalah kurangnya olahraga dan pola makan tak sehat. Pada kanker sistem pencernaan, pola makan sangat berperan penting dalam perkembangan kanker yang muncul di organ pencernaan seperti lambung, hati, usus dan pankreas.

Berikut adalah jenis-jenis makanan yang berisiko memicu kanker sistem pencernaan:

1. Heterocyclic Amines (HCAs)
Heterocyclic amines atau HCAs adalah senyawa kimia yang muncul dari daging yang diproses atau dimasak pada suhu tinggi. Daging yang dimasak sampai berubah warna menjadi kehitaman banyak mengandung HCAs.

Dr Fajar mewanti-wanti kepada penggemar sate atau hidangan bakar lainnya untuk memperhatikan suhu dan lama memasak. Memakan daging yang hampir gosong atau sudah gosong bisa memicu kanker sistem pencernaan.

2. Makanan Kaya Lemak
Makanan yang kaya lemak dapat meningkatkan produksi asam empedu. Asam empedu bersifat merusak dan bisa memicu infeksi saluran pencernaan. Akibatnya, dapat menyebabkan jaringan tumbuh tak terkontrol dan memicu timbulnya kanker usus besar.

3. Akrilamid
Akrilamid merupakan bahan kimia dalam bentuk butiran kristal atau cairan yang banyak digunakan pada pembuatan kertas dan plastik. Efek senyawa ini dalam tubuh adalab dapat merusak inti sel tubuh.

Akrilamid dapat terbentuk pada makanan jika menggoreng atau merebus makanan dalam suhu tinggi. Menggoreng makanan dalam minyak goreng panas yang dipakai berulang-ulang makin berisiko meningkatkan kandungan akrilamid.

4. Formalin
Formalin atau formaldehida sudah dikategorikan sebagai bahan yang dapat memicu kanker pada manusia (karsinogen) oleh International Agency for Research on Cancer. Jauhi makanan-makanan yang diduga mengandung formalin. Hidangan yang tidak mau dihinggapi lalat adalah salah satu tanda makanan sudah ditambahkan formalin.

Artikel ini diambil dari DetikHealth


Sabtu, April 14, 2012

Sepucuk Surat dari Ibu dan Ayah

Anakku...
ketika aku semakin tua,,
aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukku

suatu ketika aku memecahkan piring,
atau menumpahkan sup diatas meja, karena penglihatanku berkurang
aku harap kamu tidak memarahiku
orang tua itu sensitif,,,
selalu merasa bersalah saat kamu berteriak

Ketika pendengaranku semakin memburuk,
dan aku tidak bisa mendengar apa ayang kamu katakan,
aku harap kamu tidak memanggilku "Tuli!"
mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya
Maaf, anakku... aku semakin tua

Ketika lututku mulai lemah,
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun
seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan
aku mohon, jangan bosan denganku

Ketika aku terus mengulangi apa yang ku katakan,
seperti kaset rusak
aku harap kamu terus mendengarkan aku
tolong jangan mengejekku, atau bosan mendengarkanku
apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil
dan kamu ingin sebuah balon?
kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang
sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan.

Maafkan juga bauku...
tercium seperti orang yang sudah tua
aku mohon jangan memaksaku untuk mandi
tubuhku lemah.....
Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin
aku harap aku tidak terlihat kotor bagimu...
apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil?
aku selalu mengejar-ngejar kamu... karena kamu tidak ingin mandi
Aku harap kamu bisa bersabar denganku,
ketika aku selalu rewel
ini semua bagian dari menjadi tua,,
kamu akan mengerti ketika kamu tua

Dan jika kamu memiliki waktu luang,
aku harap kita bisa berbicara
bahkan untuk beberapa menit
aku selalu sendiri sepanjang waktu
dan tidak memiliki seorang pun untuk diajak bicara
aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan
Bahkan jika kamu tidak tertarik dengan ceritaku
aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu
apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil?
aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu

Ketika saatnya tiba...
dan aku hanya bisa terbaring, sakit dan sakit
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku
MAAF.......
kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan
aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku,
selama beberapa saat terakhir dalam hidupku
aku mungkin tidak akan bertahan lebih lama

Ketika waktu kematianku datang
aku harap kamu memegang tanganku
dan memberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian
dan jangan khawatir, ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta
aku akan berbisik pada-Nya
untuk selalu memberikan berkah padamu
karena kamu mencintai, ibu dan ayahmu...

Terima kasih atas segala perhatianmu, nak...
kami mencintaimu dengan kasih yang berlimpah


Ibu & Ayah


copas dari sahabat

Kamis, April 12, 2012

Sumatera Diguncang Gempa 8.5 SR (indonesia quake)

Berpusat di lepas pantai Simeulue Aceh, gempa dengan 8.5SR sore kemaren itu mengguncang pulau Sumatera, bahkan getarannya dirasakan juga oleh negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Gempa kedua berselang 2 jam kembali mengguncang dengan 8.1SR ditempat yang sama, kedua gempa itu berada dikedalaman 10 km, ini yang mengakibatkan peringatan dini tsumani dikeluarkan oleh BMKG diperpanjang, yang akhirnya memang terjadi tsunami dalam skala kecil terjadi disepanjang pantai barat Sumatera, dengan tinggi air bervariasi dari 20cm sampai 1 meter.
Kepanikan warga akan terjadinya tsunami terjadi disepanjang pantai barat Sumatera mulsi dari Aceh, Nias, Padang, dan Bengkulu. Pagi ini dilaporkan masih ada warga yang masih tinggal di pengungsian, walau peringatan tsumani telah dicabut. dan sebagian lagi sudah banyak yang kembali kerumah masing-masing walau dengan perasaan yang cemas dan kwatir.
Traffic komunikasi handphone saat itu juga meningkat sangat tajam, akibatnya bagi orang yang akan menghubungi saudara-saudaranya yang ada dilokasi sangat susah untuk di hubungi. begitu juga sebaliknya, sehingga ini yang menambah kepanikan. Pemerintah melalui Menkominfo telah memberikan himbauan, untuk melalukan kontak seperlunya, sehingga dapat bergantian.
Bagi warga sekata yang ada saudara familinya di daerah bencana apakah sudah bisa terhubung dengan mereka? mudah-mudahan mereka dalam keadaaan baik-baik saja. Dan kami ikut prihatin.
Indonesia adalah salah satu negara yang masuk dalam " Ring of Fire ". Kita harus memahami itu.(edonic)

Jumat, Maret 30, 2012

Sidik Jari, Jejak dari Identitas Anda


Telah lama diketahui bahwa sidik jari dapat digunakan untuk mengidentifikasi orang atau membantu menghukum mereka dari kejahatan. Lebih jauh lagi, antara lain, sekarang sidik jari dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa tersangka adalah seorang perokok, konsumsi obat-obatan, atau telah menangani bahan peledak. Baru-baru ini dalam jurnal Angewandte Chemie, Pompi Hazarika dan David Russell membuat kemajuan.

Ketika jari menyentuh permukaan, keringat dan minyak mengandung zat seperti sebum yang tidak terlihat dengan mata telanjang. Ada beberapa cara untuk membuatnya terlihat, seperti membersihkan debu dengan bubuk atau penyemprotan dengan reagen atau "superglue". Sebuah teknik baru yang meningkatkan sensitivitas melibatkan pengendapan emas nanopartikel melekat pada kandang seperti molekul diisi dengan pewarna atau pembuat luminescent lain yang menyebabkan pola sidik jari bersinar. Nanopartikel emas yang melekat pada antibodi terhadap asam amino lebih baik dalam mengungkapkan lebih tua, sidik jari kering.


Jika seseorang telah minum obat, jejak aka terlihat dalam keringat nya. Sebuah tim bekerja dengan Russell di University of East Anglia, Norwich, Inggris, baru-baru ini mengembangkan metode dimana partikel magnet dilengkapi dengan antibodi yang mengikat secara khusus untuk obat tertentu atau metabolit nikotin. Pada tahap kedua, mereka menerapkan antibodi fluoresen, yang mengikat antibodi pertama dan menunjukkan adanya obat yang sesuai dengan bersinar di bawah mikroskop fluoresensi. Dengan menggunakan metode ini, peneliti mampu mendeteksi secara bersamaan narkotika berbeda dengan sidik jari tunggal.

Memisahkan Sidik jari Tumpang Tindih

Pendekatan inovatif lainnya menggunakan teknik spektrometri massa kromatografi dan mengidentifikasi komponen keringat dan produk dekomposisi mereka dalam sidik jari. Salah satu perkembangan menarik adalah penggunaan ionisasi desorpsi spektrometri massa elektrospray (DESI). Dibebankan tetesan pelarut yang disemprotkan ke permukaan, membentuk sebuah film yang melarutkan bahan keluar dari sidik jari. Tambahan pelarut tetesan dampak film dan melepaskan analit terlarut dari permukaan sehingga mereka dapat dianalisis dengan spektrometri massa. Gambar sidik jari tersebut kemudian dihitung. Jejak obat dan bahan peledak juga dapat ditampilkan.


Teknik lain yang menarik adalah spektroskopi inframerah, yang telah digunakan untuk memisahkan sidik jari tumpang tindih dari dua individu dengan isi yang berbeda mereka sebum untuk menghasilkan dua gambar terpisah. Hal ini juga memungkinkan untuk mendeteksi jejak bahan peledak. Raman spektroskopi dapat digunakan untuk mengidentifikasi obat-obatan seperti aspirin dan parasetamol (asetaminofen), serta kafein dan pati pada sidik jari.


Tujuannya adalah untuk mengembangkan biaya yang efektif, cepat, portabel, sistem miniatur yang dapat mendeteksi sidik jari dan komponen kimia di dalamnya. Ini tidak hanya akan berguna untuk kriminolog, tetapi juga untuk tes doping dan diagnostik.
  • Author: Angewandte Chemie International Edition
  • Published Date: 29 March 2012
  • Source / Publisher: Angewandte Chemie International Edition/Wiley-VCH
  • Copyright: Wiley-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA, Weinheim

Jumat, Maret 23, 2012

Prof. Terry Mart termasuk salah satu 100 Fisikawan yang paling berpengaruh di dunia

Rabu, 14 Maret 2012 menjadi tanggal bersejarah bagi Prof. Dr. Terry Mart. Pada hari tersebut Dosen Fisika Universitas Indonesia yang telah mengabdikan diri di Departemen Fisika FMIPA UI sejak tahun 1990 ini dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Fisika pada FMIPA UI. Pidato Upacara Pengukuhan yang dibacakan oleh bapak dari dua orang anak ini berjudul “Produksi Elementer Partikel Kaon serta Aplikasinya”, yang merupakan salah satu topik penelitian yang ditekuninya sejak 25 tahun terakhir. Upacara pengukuhan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Indonesia – Prof. Dr. der. Soz. Gumilar Rusliwa Somantri, Sekretaris Dewan Guru Besar –Prof. Dr. Rosari Saleh, rer. nat., Ketua Senat Akademik Universitas – Prof. Sudianto Kamso, Dekan FMIPA – Dr. Adi Basukriadi, M.Sc., beserta seluruh jajaran Guru Besar Universitas Indonesia.
Turut hadir pula dalam Pengukuhan Guru Besar ini, Ketua LIPI –Lukman Hakim, mantan Mendiknas – Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro, mantan Menristek – Bapak Suharna Surapranata, Ketua Majelis Wali Amanat UI – dr. Purnomo Prawiro, wakil dari Kementrian Pendidikan Nasional – Bapak Nurdin, wakil dari anggota Komisi XI – Ibu Dina Hawadi, turut hadir juga sebanyak 6 orang Guru Besar Tamu yaitu, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, 2 orang Guru Besar dari Universitas Gadjah Mada, Guru Besar dari FMIPA departemen Biologi Universitas Nasional, Guru Besar dari Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin dan Guru Besar dari Goethe Universitet Frankfurt Germany.
“Salah satu proses yang digunakan untuk meneliti dinamika derajat kebebasan bilangan kuantum keanehan (strangeness) adalah proses produksi pasangan partikel kaon dan hyperon melalui reaksi elektromagnetik. Proses ini menggunakan electron berenergi tinggi yang ditumbukkan pada target proton. Secara teoritis proses ini dijelaskan oleh sejumlah diagram Feynman yang memenuhi hukum kekekalan bilangan-bilangan kuantum di awal dan akhir proses. Model yang menggunakan teknik ini sering disebut sebagai model isobar. Dari diagram ini beberapa besaran yang dapat diukur secara eksperimen yang biasa disebut observable, dapat dihitung. Meski demikian, cukup banyak parameter reaksi yang terdapat di dalam diagram Feynman tersebut tidak diketahui, baik secara teoritis maupun secara eksperimental. Untungnya data-data eksperimen dengan akurasi tinggi yang mulai berlimpah sejak dioperasikannya akselerator-akselerator modern di tiga benua ini mengizinkan kita untuk mengekstrak parameter-parameter tersebut”. Itulah nukilan yang diambil dari buku pidato pengukuhan hari itu.
Staf Pengajar Departemen Fisika FMIPA UI ini menamatkan pendidikan S3 di Institut fur Kernphysik, Universitat Mainz, Mainz, Jerman. Sampai saat ini beliau telah menyelesaikan lebih dari 117 Publikasi Ilmiah di tingkat Internasional selama kurun waktu 1989 - 2012, di mana lebih dari 30 publikasi ilmiah beliau hasilkan dalam waktu 5 tahun terakhir. Selain publikasi ilmiah, beliau juga masih menyempatkan diri untuk menulis publikasi artikel popular di koran dan majalah. Tidak kurang dari 28 publikasi artikel popular telah beliau tuliskan di berbagai koran dan majalah. Selain itu, sejumlah seminar, konferensi, dan simposium tingkat internasional sudah menjadi hal rutin bagi beliau. Tidak kurang dari 48 seminar, konferensi, dan simposium tingkat internasional sudah beliau hadiri sejak 1989 - 2012, baik sebagai peserta maupun sebagai pembicara.
Keseriusan Prof. Terry Mart dalam bidang penelitian fisika telah menjadikan beliau ini termasuk dalam 100 Fisikawan yang paling berpengaruh di dunia. Prestasi anak bangsa kelahiran Palembang, 3 Maret 1965 ini tentu sangat membanggakan bagi Indonesia. Penghargaan yang pernah diterima oleh Prof. Terry Mart antara lain Habibie Award Bidang Ilmu Dasar tahun 2001, Satyalancana Karya Satya 10 Tahun dari pemerintah RI tahun 2007, Leading Scientists and Engineers dari Komisi Teknologi (Comstech) Organisasi Konferensi Islam tahun 2008, Outstanding Southeast Asian Scientists dari South East Asia – European Union Network tahun 2009, Ganesa Widya jasa Adiutama dari ITB tahun 2009, dan Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa dari Kementrian Pendidikan Nasional RI tahun 2009.

editor : erlangga

Kamis, Maret 22, 2012

Ibu

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.
Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibinya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya.
Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonan
dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.
Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.
:+: Khalil Gibran :+:

Selasa, Maret 20, 2012

Puber Kedua,.... Sikapi dengan Bijaksana

 Kenikmatan masa muda yang seakan dinikmati kembali pada individu pada masa-masa usia senja lebih sering disebut dengan istilah “puber ke dua”. Walau memang tidak pernah ada itilah puber pertama dan puber ke tiga, namun istilah puber ke dua sebenarnya sebuah istilah untuk menggambarkan suatu kondisi dimana seorang individu pada masa usia senja mulai merasakan kembali “keremajaan” nya.

Istilah “puber” sebenarnya diambil atau berasal dari kata “pubes” yang artinya rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan. Kondisi ini dialami oleh anak berusia belasan tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Puber kedua adalah kondisi dimana terdapat kesamaan perilaku seperti yang dialami anak-anak yang memasuki masa puber, seperti lebih memperhatikan penampilan, lebih memperhatikan lawan jenis, dan sebagainya.

Puber kedua dialami oleh pria maupun wanita yang memasuki usia 40 tahun ke atas. Gejala yang timbul pada pria saat memasuki puber kedua adalah :

Enggan tampil tua. Mereka mulai memperhatikan penampilannya maupun keindahan tubuhnya. Rambutnya disemir ala anak muda, bergaya gaul, memodifikasi mobilnya menjadi ceper, dan sebagainya.

Mereka juga mulai senang kembali berpetualang. Mulai dari dari naik motor jarak jauh, sampai keluar masuk diskotek.

Produktivitas hidup meningkat. Banyak ditemui bahwa mereka semakin mahir bernegosiasi, semakin maju bisnisnya, maupun semakin memukau karirnya.

Sedangkan pada wanita, gejala yang muncul adalah :

Terganggu atau berhentinya proses menstruasi (terjadi menopause). Hal ini terjadi karena gonadotrop tidak diproduksi lagi oleh kelenjar hypophysc. Efek yang terjadi adalah pusing, lesu, dan kurang bergairah. Akibatnya kestabilan emosi sering terganggu.

Timbunan lemak menyusut sehingga kulit mulai keriput, bahkan buah dada mulai berubah bentuk. Rambutpun mulai memutih. Keadaan ini akan berpengaruh pada kejiwaannya. Apalagi jika suami memandang hal itu sebagai suatu kemunduran.

Setiap orang akan mengalami fase puber kedua ini. Karena itu perlu persiapan yang cukup matang untuk memasuki fase krisis ini. Di sinilah komitmen perkawinan kembali teruji. Komunikasi dan pengertian memegang peran yang sangat penting bagi pasangan yang mulai memasuki masa puber kedua ini. Kondisi yang berbeda antara suami dan istri sering kali memicu konflik di antara mereka berdua. Suami semakin bersemangat dalam banyak hal, sedangkan istri semakin lesu dan kurang bergairah.

Membangun komunikasi yang baik merupakan kunci utama keberhasilan pasangan suami istri untuk melewati masa pubertasnya yanhg kedua.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melewati masa puber kedua dengan baik adalah:

Mencari waktu untuk dapat memanfaatkan waktu khusus yang bersifat privasi tanpa diganggu orang lain,
Memberikan kejutan mesra seperti candle light dinner, membelikan barang yang sedang diinginkan pasangan, dan sebagainya

Membuka kembali kenangan lama dengan mulai membuka barang barang yang menjadi kenangan masa lalu
Membangun kembali kenangan kemesraan antar pasangan

Dengan demikian diharapkan pasangan yang memasuki masa puber kedua dapat melewatinya dengan baik dan memasuki usia senja dengan bahagia.

Sumber: psychologytoday.org

Jumat, Januari 21, 2011

Anak-Anak Karbitan Anak-anak yang digegas menjadi Cepat mekar, Cepat matang, Cepat layu...

Oleh : Dewi Utama Faizah *)

Pendidikan bagi anak usia dini sekarang tengah marak-maraknya. Dimana mana orang tua merasakan pentingnya mendidik anak melalui lembaga persekolahan yang ada. Mereka pun berlomba untuk memberikan anak-anak mereka pelayanan pendidikan yang baik. Taman kanak-kanak pun berdiri dengan berbagai rupa, di kota hingga ke desa. Kursus-kursus kilat untuk anak-anak pun juga bertaburan di berbagai tempat. Tawaran berbagai macam bentuk pendidikan ini amat beragam. Mulai dari yang puluhan ribu hingga jutaan rupiah per bulannya. Dari kursus yang dapat membuat otak anak cerdas dan pintar berhitung, cakap berbagai bahasa, hingga fisik kuat dan sehat melalui kegiatan menari, main musik dan berenang. Dunia pendidikan saat ini betul-betul penuh dengan denyut kegairahan. Penuh tawaran yang menggiurkan yang terkadang menguras isi kantung orangtua ...

Captive market I

Kondisi diatas terlihat biasa saja bagi orang awam. Namun apabila kita amati lebih cermat, dan kita baca berbagai informasi di intenet dan lileratur yang ada tentang bagaimana pendidikan yang patut bagi anak usia dini, maka kita akan terkejut! Saat ini hampir sebagian besar penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak usia dini melakukan kesalahan. Di samping ketidak patutan yang dilakukan oleh orang tua akibat ketidak tahuannya !
 
Anak-Anak Yang Digegas...
Ada beberapa indikator untuk melihat berbagai ketidakpatutan terhadap anak. Di antaranya yang paling menonjol adalah orientasi pada kemampuan intelektual secara dini. Akibatnva bermunculanlah anak-anak ajaib dengan kepintaran intelektual luar biasa. Mereka dicoba untuk menjalani akselerasi dalam pendidikannya dengan memperoleh pengayaan kecakapan-kecakapan akademik di dalam dan di luar sekolah.
 
Kasus yang pernah dimuat tentang kisah seorang anak pintar karbitan ini terjadi pada tahun 1930, seperti yang dimuat majalah New Yorker. Terjadi pada seorang anak yang bernama William James Sidis, putra scoring psikiater. Kecerdasan otaknya membuat anak itu segera masuk Harvard College walaupun usianya masih 11 tahun. Kecerdasannya di bidang matematika begitu mengesankan banyak orang. Prestasinya sebagai anak jenius menghiasi berbagai media masa. Namun apa yang terjadi kemudian ? James Thurber seorang wartawan terkemuka. pada suatu hari menemukan seorang pemulung mobil tua, yang tak lain adalah William James Sidis. Si anak ajaib yang begitu dibanggakan dan membuat orang banyak berdecak kagum pada bcberapa waktu silam.

Kisah lain tentang kehebatan kognitif yang diberdayakan juga terjadi pada seorang anak perempuan bernama Edith. Terjadi pada tahun 1952, dimana seorang Ibu yang bemama Aaron Stern telah berhasil melakukan eksperimen menyiapkan lingkungan yang sangat menstimulasi perkembangan kognitif anaknya sejak si anak masih berupa janin. Baru saja bayi itu lahir ibunya telah memperdengarkan suara musik klasik di telinga sang bayi. Kemudian diajak berbicara dengan mcnggunakan bahasa orang dewasa. Setiap saat sang bayi dikenalkan kartu-kartu bergambar dan kosa kata baru. Hasilnya sungguh mencengangkan! Di usia 1 tahun Edith telah dapat berbicara dengan kalimat sempurna. Di usia 5 tahun Edith telah menyelesaikan membaca ensiklopedi Britannica. Usia 6 tahun ia membaca enam buah buku dan Koran New York Times setiap harinya. Usia 12 tahun dia masuk universitas. Ketika usianya menginjak 15 lahun la menjadi guru matematika di Michigan State University. Aaron Stem berhasil menjadikan Edith anak jenius karena terkait dengan kapasitas otak yang sangat tak berhingga. Namun khabar Edith selanjutnya
juga tidak terdengar lagi ketika ia dewasa. Banyak kesuksesan yang diraih anak saat ia menjadi anak, tidak menjadi sesuatu yang bemakna dalam kehidupan anak ketika ia menjadi manusia dewasa.
 
Berbeda dengan banyak kasus legendaris orang-orang terkenal yang berhasil mengguncang dunia dengan penemuannya. Di saat mereka kecil mereka hanyalah anak-anak biasa yang terkadang juga dilabel sebagai murid yang dungu. Seperti halnya Einsten yang mengalami kesulitan belajar hingga kelas 3 SD. Dia dicap sebagai anak bebal yang suka melamun.
 
Selama berpuluh-puluh tahun orang begitu yakin bahwa keberhasilan anak di masa depan sangat ditentukan oleh faktor kognitif. Otak memang memiliki kemampuan luar biasa yang tiada berhingga. Oleh karena itu banyak orangtua dan para pendidik tergoda untuk kelakukan "Early Childhood Training". Era pemberdayaan otak mencapai masa  keemasannya. Setiap orangtua dan pendidik berlomba-lomba menjadikan anak-anak mereka menjadi anak-anak yang super (Superkids).  Kurikulum pun dikemas dengan muatan 90 % bermuatan kognitif yang mengfungsikan belahan otak kiri. Sementara fungsi belahan otak kanan hanya mendapat porsi 10% saja. Ketidakseimbangan dalam memfungsikan ke dua belahan otak dalam proses pendidikan di sekolah sangat mencolok. Hal ini terjadi sekarang dimana-dimana, di Indonesia...-.
 
"Early Ripe, early Rot...!"

Gejala ketidakpatutan dalam mendidik ini mulai terlihat pada tahun 1960 di Amerika. Saat orangtua dan para professional merasakan pentingnya pendidikan bagi anak-anak semenjak usia dini. Orangtua merasa apabila mereka tidak segera mengajarkan anak-anak mereka berhitung, membaca dan menulis sejak dini maka mereka akan kehilangan "peluang emas" bagi anak-anak mereka selanjutnya. Mereka memasukkan anak-anak mereka sesegera mungkin ke Taman Kanak­Kanak (Pra Sekolah). Taman Kanak-kanak pun dengan senang hati menerima anak-anak yang masih berusia di bawah usia 4 tahun. Kepada anak-anak ini gurunya  membelajarkan membaca dan berhitung secara formal sebagai pemula.
Terjadinya kemajuan radikal dalam pendidikan usia dini di Amcrika sudah dirasakan saat Rusia meluncurkan Sputnik pada tahun 1957. Mulailah "Era Headstart" merancah dunia  pendidikan. Para akademisi begitu optimis untuk membelajarkan wins dan matematika kepada anak sebanyak dan sebisa mereka (tiada berhingga). Sementara mereka tidak tahu banyak tentang anak, apa yang mereka butuhkan dan inginkan sebagai anak.
 
Puncak keoptimisan era Headstart diakhiri dengan pernyataan Jerome Bruner, seorang psikolog dari Harvard University yang menulis sebuah buku terkenal "The Process of Education" pada lahun 1960, ia menyatakan bahwa kompetensi anak untuk belajar sangat tidak berhingga. Inilah buku suci pendidikan yang mereformasi kurikulum pendidikan di Amerika. "We begin with the hypothesis that any subject can be taught effectively in some intellectually honest way to any child at any stage of development"-. Inilah kalimat yang merupakan hipotesis Bruner yang di salah artikan oleh banyak pendidik, yang akhirnya menjadi bencana! Pendidikan dilaksanakan dengan cara memaksa otak kiri anak sehingga membuat mereka cepat matang dan cepat busuk... early ripe, early rot!
  
Anak-anak menjadi tertekan. Mulai dari tingkat pra sekolah hingga usia SD. Di rumah para orangtua kemudian juga melakukan hal yang sama, yaitu mengajarkan sedini mungkin anak-anak mereka membaca ketika Glenn Doman menuliskan kiat-kiat praktis  membelajarkan bayi membaca.
 
Bencana berikutnya datang saat Arnold Gesell memaparkan konsep "kesiapan-readiness" dalam ilmu psikologi perkembangan temuannya yang mendapat banyak decakan kagum. Ia berpendapat tentang "biological limitions on learning”. Untuk itu ia menekankan perlunya dilakukan intervensi dini dan rangsangan inlelektual dini kepada anak agar mereka segera siap belajar apapun.
 
Tekanan yang bertubi-tubi dalam memperoleh kecakapan akademik di sekolah membuat anak­anak menjadi cepat mekar. Anak-anak menjadi "miniature orang dewasa". Lihatlah sekarang, anak-anak itu juga bertingkah polah sebagaimana layaknya orang dewasa. Mereka berpakaian seperti orang dewasa, berlaku pun juga seperti orang dewasa. Di sisi lain media pun merangsang anak untuk cepat mekar terkait dengan musik, buku, film, televisi, dan internet. Lihatlah maraknya program teve yang belum pantas ditonton anak-anak yang ditayangkan di pagi atau pun sore hari. Media begitu merangsang keingintahuan anak tentang dunia seputar orang dewasa. Sebagai seksual promosi yang menyesatkan. Pendek kata media telah memekarkan bahasa. berpikir dan perilaku anak lumbuh kembang secara cepat.
 
Tapi apakah kita tahu bagaimana tentang emosi dan perasaan anak? Apakah faktor emosi dan perasaan juga dapat digegas untuk dimekarkan seperti halnya kecerdasan? Perasaan dan emosi ternyata memiliki waktu dan ritmenya sendiri yang tidak dapat digegas atau dikarbit. Bisa saja anak terlihat berpenampilan sebagai layaknya orang dewasa, tetapi perasaan mereka tidak seperti orang dewasa. Anak-anak memang terlihat tumbuh cepat di berbagai hal tetapi tidak di semua hal. Tumbuh mekarnya emosi sangat berbeda dengan tumbuh mekarnya kecerdasan (intelektual) anak. Oleh karena perkembangan emosi lebih rumit dan sukar, terkait dengan berbagai keadaan, Cobalah perhatikan, khususnva saat perilaku anak menampilkan gaya "kedewasaan", sementara perasaannya menangis berteriak sebagai "anak".
 
Seperti sebuah lagu popular yang pernah dinyanyikan suara emas seorang anak
laki-laki "Heintje" di era tahun 70-an...

I'm Nobody'S Child

I'M NOBODY'S CHILD
I'M nobody's child I'm nobodys child
Just like aflower I'm growing wild
No mommies kisses
and no daddv's smile
Nobody's louch me I'm nobody's child
Dampak Berikutnya Terjadi... ketika anak memasuki usia remaja Akibat negatif lainnya dari anak-anak karbitan terlihat ketika ia memasuki usia remaja. Mereka tidak segan-segan mempertontonkan berbagai macam perilaku yang tidak patut. Patricia O' Brien menamakannya sebagai "The Shrinking of Childhood'. "Lu belum tahu ya... bahwa gue telah melakukan segalanya", begitu pengakuan seorang remaja pria berusia 12 tahun kepada teman-temannya. "Gue tahu apa itu minuman keras, drug, dan seks " serunya bangga.

Berbagai kasus yang terjadi pada anak-anak karbitan memperlihatkan bagaimana pengaruh tekanan dini pada anak akan menyebabkan berbagai gangguan kepribadian dan emosi pada anak. Oleh karena ketika semua menjadi cepat mekar.... kebutuhan emosi dan sosial anak jadi tak dipedulikan! Sementara anak sendiri membutuhkan waktu untuk tumbuh, untuk belajar dan untuk berkembang, .... sebuah proses dalam kehidupannya !

Saat ini terlihat kecenderungan keluarga muda lapisan menengah ke atas yang berkarier di luar rumah tidak menuliki waktu banyak dengan anak-anak mereka. Atau pun jika si ibu berkarier di dalam rumah, ia lebih mengandalkan tenaga "baby sitter" sebagai pengasuh anak-anaknva. Colette Dowling menamakan ibu-ibu muda kelompok ini sebagai "Cinderella Syndrome" yang senang window shopping, ikut arisan, ke salon memanjakan diri, atau menonton telenovela atau buku romantis. Sebagai bentuk ilusi menghindari kehidupan nyata vang mereka jalani.
 
Kelompok ini akan sangat bangga jika anak-anak mereka bersekolah di lembaga pendidikan yang mahal, ikut berbagai kegiatan kurikuler, ikut berbagai les, dan mengikuti berbagai arena, seperti lomba penyanyi cilik, lomba model ini dan itu. Para orangtua ini juga sangat bangga jika anak-anak mereka superior di segala bidang, bukan hanya di sekolah. Sementara orangtua yang sibuk juga mewakilkan diri mereka kepada baby sitter terhadap pengasuhan dan pendidikan anak­-anak mereka. Tidak jarang para baby sitter ini mengikuti pendidikan parenting di lembaga pendidikan eksekutif sebagai wakil dari orang tua.
 
ERA SUPERKIDS
Kecenderungan orangtua menjadikan anaknva "be special" daripada "be average or normal” semakin marak terlihat. Orangtua sangat ingin anak-anak mereka menjadi "to exel to be the best". Sebetulnya tidak ada yang salah. Namun ketika anak-anak mereka digegas untuk mulai mengikuti berbagai kepentingan orangtua untuk menyuruh anak mereka mengikuti beragam kegiatan, seperti kegiatan mental aritmatik, sempoa, renang, basket, balet, tari ball, piano, biola, melukis, dan banyak lagi lainnya...maka lahirlah anak-anak super-"SUPERKIDS'. Cost merawat anak superkids ini sangat mahal.
 
Era Superkids berorientasi kepada "Competent Child". Orangtua saling berkompetisi dalam mendidik anak karena mereka percaya "earlier is better". Semakin dini dan cepat dalam menginvestasikan beragam pengetahuan ke dalam diri anak mereka, maka itu akan semakin baik. Neil Posmant seorang sosiolog Amerika pada tahun 80-an meramalkan bahwa jika anak-anak tercabut dari masa kanak-kanaknya, maka lihatlah...ketika anak-anak itu menjadi dewasa, maka ia akan menjadi orang dewasa yang ke kanak-kanakan !

BERBAGAI GAYA ORANGTUA

Kondisi ketidakpatutan dalam memperlakukan anak ini telah melahirkan berbagai gaya orangtua (Parenting Style) yang melakukan kesalahan -"miseducation" terhadap pengasuhan pendidikan anak-anaknya. Elkind (1989) mengelompokkan berbagai gaya orangtua dalam pengasuhan, antara lain:
 
Gourmet Parents - (ORTU BORJU) :
Mereka adalah kelompok pasangan muda yang sukses. Memiliki rumah bagus, mobil mewah, liburan ke tempat-tempat yang eksotis di dunia, dengan gaya hidup kebarat-baratan. Apabila menjadi orangtua maka mereka akan cenderung merawat anak-anaknya seperti halnya merawat karier dan harta mereka. Penuh dengan ambisi! Berbagai macam buku akan dibaca karena ingin tahu isu-isu mutakhir tentang cara mengasuh anak. Mereka sangat percaya bahwa tugas pengasuhan yang baik seperti halnya membangun karier, maka "superkids" merupakan bukti dari kehebatan mereka sebagai orangtua.
Orangtua kelompok ini memakaikan anak-anaknva baju-baju mahal bermerek terkenal, memasukkannya ke dalam program-program eksklusif yang prestisius. Keluar masuk restoran mahal. Usia 3 tahun anak-anak mereka sudah diajak tamasya keliling dunia mendampingi orangtuanya. Jika suatu saat kita melihat sebuah sekolah yang halaman parkirnya dipenuhi oleh berbagai merek mobil terkenal, maka itulah sekolah dimana banyak kelompok orangtua "gourmet" atau- kelompok borju menyekolahkan anak-anaknya.

College Degree Parents - (ORTU INTELEK) :

Kelompok ini merupakan bentuk lain dari keluarga intelek yang menengah ke atas. Mereka sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Sering melibatkan diri dalam barbagai kegiatan di sekolah anaknya. Misalnya membantu membuat  majalah dinding, dan kegiatan ekstra kurikular lainnya.
Mereka percaya pendidikan yang baik merupakan pondasi dari kesuksesan hidup. Terkadang mereka juga tergiur menjadikan anak-anak mereka "Superkids", Apabila si anak memperlihatkan kemampuan akademik yang tinggi. Terkadang mereka juga memasukkan anak-anaknya ke sekolah mahal yang prestisius sebagai buku bahwa mereka mampu dan percaya bahwa pendidikan yang baik tentu juga harus dibayar dengan pantas. Kelebihan kelompok ini adalah sangat peduli dan kritis terhadap kurikulum yang dilaksanakan di sekolah anak anaknya. Dan dalam banyak hal mereka banyak membantu dan peduli dengan kondisi sekolah,
 
Gold Medal Parents - (ORTU SELEBRITIS) :
Kelompok ini adalah kelompok orangtua Yang menginginkan anak-anaknya menjadi kompetitor dalam berbagai gelanggang. Mereka sering mengikutkan anaknya ke berbagai kompetisi dan gelanggang. Ada gelanggang ilmu pengetahuan seperti Olimpiade  matematika dan sains yang akhir-akhir ini lagi marak di Indonesia. Ada juga gelanggang seni seperti ikut menyanyi, kontes menari, terkadang kontes kecantikan. Berbagai cara akan mereka tempuh agar anak-anaknya dapat meraih kemenangan dan menjadi "seorang Bintang Sejati ". Sejak dini mereka persiapkan anak-anak mereka menjadi "Sang Juara", mulai dari juara renang, menyanyi dan melukis hingga none abang cilik kelika anak-anak mereka masih berusia TK.
 
Sebagai ilustrasi dalam sebuah arena lomba ratu cilik di Padang puluhan anak-anak TK baik laki-laki maupun perempuan tengah menunggu di mulainya lomba pakaian adat. Ruangan yang sesak, penuh asap rokok, dan acara yang molor menunggu datangnya tokoh anak dari Jakarta.Anak--anak mulai resah, berkeringat, mata memerah karena keringat melelehi mascara mata kecil mereka. Para orangtua masih bersemangat, membujuk anak-anaknya bersabar.
 
Mengharapkan acara segera di mulai dan anaknya akan keluar sebagai pemenang. Sementara pihak penyelenggara mengusir panas dengan berkipas kertas.Banyak kasus yang mengenaskan menimpa diri anak akibat perilaku ambisi kelompok gold medal parents ini. Sebagai contoh pada tahun 70-an seorang gadis kecil pesenam usia TK rnengalami kelainan tulang akibat ambisi ayahnya yang guru olahraga. Atau kasus "bintang cilik" Yoan Tanamal yang mengalami tekanan hidup dari dunia glamour masa kanak-kanaknya. Kemudian menjadikannya pengguna dan pengedar narkoba hingga menjadi penghuni penjara. Atau bintang cilik dunia Heintje yang setelah dewasa hanya menjadi pasien doktcr jiwa. Gold medal parent menimbulkan banyak bencana pada anak-anak mereka !
 
Pada tanggal 26 Mei lalu kita sasikan di TV bagaimana bintang cilik "Joshua" yang bintangnya mulai meredup dan mengkhawatirkan orangtuanya. Orangtua Joshua berambisi untuk kembali menjadikan anaknya seorang bintang dengan kembali menggelar konser tunggal. Sebagian dari kita tentu masih ingat bagaimana lucu dan pintarnya.Joshua ketika berumur kurang 3 tahun. Dia muncul di TV sebagai anak ajaib karena dapat menghapal puluhan nama-nama kepala negara. kemudian di usia balitanya dia menjadi penyanyi cilik terkenal. Kita kagum bagaimana seorang bapak yang tamatan SMU dan bekerja di salon dapat membentuk dan menjadikan anaknya seorang "superkid" --seorang penyanyi sekaligus seorang bintang film,....
Do-it Yourself Parents :
Merupakan kelompok orangtua yang mengasuh anak-anaknya secara alami dan menyatu dengan semesta. Mereka sering menjadi pelayanan professional di bidang sosial dan kesehatan, sebagai pekerja sosial di sekolah, di tempat ibadah., di Posyandu dan di perpustakaan. Kelompok ini menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri yang tidak begitu mahal dan sesuai dengan keuangan mereka. Walaupun begitu kelompok ini juga bemimpi untuk menjadikan anak-anaknya "Superkids"--“earlier is better". Dalam kehidupan sehari-hari anak-anak mereka diajak mencintai lingkungannya. Mereka juga mengajarkan merawat dan memelihara hewan atau tumbuhan yang mereka sukai. Kelompok ini merupakan kelompok penyayang binatang, dan mencintai lingkungan hidup yang bersih.
 
Outward Bound Parents - (ORTU PARANOID) :

Untuk orangtua kelompok ini mereka memprioritaskan pendidikan yang dapat memberi kenyamanan dan keselamatan kepada anak-anaknya. Tujuan mereka sederhana, agar anak-anak dapat bertahan di dunia yang penuh dengan permusuhan. Dunia di luar keluarga mereka dianggap penuh dengan marabahaya. Jika mereka menyekolahkan anak-anaknya maka mereka Iebih memilih sekolah yang nyaman dan tidak melewati tempat-tempat tawuran yang berbahaya. Seperti halnya Do It Yourself Parents, kelompok ini secara tak disengaja juga terkadang terpengaruh dan menerima konsep "Superkids" Mereka mengharapkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang hebat agar dapat melindungi diri mereka dari berbagai macam marabahaya. Terkadang mereka melatih kecakapan melindungi diri dari bahaya, seperti memasukkan anak-anaknya "Karate, Yudo, pencak Silat" sejak dini. Ketidakpatutan pemikiran kelompok ini dalam mendidik anak-anaknya adalah bahwa mereka terlalu berlebihan melihat marabahaya di luar rumah tangga mereka, mudah panik dan ketakutan melihat situasi yang selalu mereka pikir akan membawa dampak buruk kepada anak. Akibatnya anak-anak mereka menjadi "steril"
dengan lingkungannya.
 
Prodigy Parents - (ORTU INSTANT) :
Merupakan kelompok orangtua yang sukses dalam karier namun tidak memiliki pendidikan yang cukup. Merceka cukup berada, namun tidak berpendidikan yang baik. Mereka  memandang kesuksesan mereka di dunia bisnis merupakan bakat semata. Oleh karena itu mereka juga memandang sekolah dengan sebelah mata, hanya sebagai kekuatan yang akan menumpulkan kemampuan anak-anaknya. 'Tidak kalah mengejutkannya, mereka juga memandang anak-anaknya akan hebat dan sukses seperti mereka tanpa memikirkan pendidikan seperti apa yang cocok diberikan kepada anak-­anaknya. Oleh karena itu  mereka sangat mudah terpengaruh kiat-kiat atau cara unik dalam mendidik anak tanpa bersekolah. Buku-buku instant dalam mendidik anak sangat mereka sukai. Misalnya buku tentang "Kiat-Kiat Mengajarkan bayi Membaca" karangan Glenn Doman, atau "Kiat-Kiat Mengajarkan Bayi Matematika" karangan Siegfried, "Berikan Anakmu pemikiran cemerlang" karangan Therese Engelmann, dan "Kiat-Kiat Mengajarkan Anak Dapat Membaca Dalam Waktu 6 Hari" karangan Sidney Ledson.
 
Encounter Group Parents - (ORTU NGERUMPI) :
Merupakan kelompok orangtua yang memiliki dan menyenangi pergaulan. Mereka terkadang cukup berpendidikan, namun tidak cukup berada atau terkadang tidak memiliki pekerjaan tetap (luntang lantung). Terkadang mereka juga merupakan kelompok orangtua yang kurang bahagia dalam perkawinannya. Mereka menyukai dan sangat mementingkan nilai-nilai relationship dalam membina hubungan dengan orang lain. Sebagai akibatnya kelompok ini sering melakukan ketidakpatutan dalam mendidik anak-­anak dengan berbagai perilaku "gang ngrumpi" yang terkadang mengabaikan anak. Kelompok ini banyak membuang-buang waktu dalam kelompoknya sehingga mengabaikan fungsi mereka sebagai orangtua. Atau pun jika mereka memiliki aktivitas di kelompokya lebih berorientasi kepada kepentingan kelompok mereka. Kelompok ini sangat mudah terpengaruh dan latah untuk memilihkan pendidikan bagi anak-anaknya. Menjadikan anak-anak mereka sebagai "Superkids" juga sangat diharapkan. Namun banyak dari anak-anak mereka  biasanya kurang menampilkan minat dan prestasi yang diharapkan. Namun banyak dari anak-anak mereka biasanya kurang menampilkan minat dan prestasi yang diharapkan.
 
Milk and Cookies Parents - (ORTU IDEAL) :
Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang memiliki masa kanak-kanak yang bahagia, yang memiliki kehidupan masa kecil yang sehat dan manis. Mereka cenderung menjadi orangtua yang hangat dan menyayangi anak-anaknya dengan tulus. Mereka juga sangat peduli dan mengiringi tumbuh kembang anak-anak mereka dengan penuh  dukungan. Kelompok ini tidak berpeluang menjadi oraugtua yang melakukan "miseducation" dalam merawat dan mengasuh anak-anaknva. Mereka memberikan lingkungan yang nyaman kepada anak-anaknya dengan penuh perhatian, dan tumpahan cinta kasih yang tulus sebagai orang tua.
 
Mereka memenuhi rumah tangga mereka dengan buku-buku, lukisan dan musik yang disukai oleh anak-anaknya. Mereka berdiskusi di ruang makan, bersahabat dan menciptakan lingkungan yang menstimulasi anak-anak mereka untuk tumbuh mekar segala potensi dirinya. Anak-anak mereka pun meninggalkan masa kanak-kanak dengan penuh kenangan indah yang menyebabkan. Kehangatan hidup berkeluarga menumbuhkan kekuatan rasa yang sehat pada anak untuk percaya diri dan antusias dalam kehidupan belajar. Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang menjalankan tugasnya dengan patut kepada anak-anak mereka. Mereka bcgitu yakin bahwa anak membutuhkan suatu proses dan waktu untuk dapat menemukan sendiri keistimewaan yang dimilikinya.
 
Dengan kata lain mereka percaya bahwa anak sendirilah yang akan menemukan sendiri kekuatan didirinya. Bagi mereka setiap anak adalah benar-benar seorang anak yang hebat dengan kekuatan potensi yang juga berbeda dan unik !
KAMU HARUS TAHU BAHWA TIADA SATU PUN YANG LEBIH TINGGI, ATAU LEBIH KUAT, ATAU LEBIH BAIK, ATAU PUN LEBIH BERHARGA DALAM KEHIDUPAN NANTI DARI PADA KENANGAN INDAH ­TERUTAMA KENANGAN MANIS DI MASA KANAK-KANAK. KAMU MENDENGAR BANYAK HAL TENTANG PENDIDIKAN, NAMUN BEBERAPA HAL YANG INDAH, KENAN6AN BERHARGA YANG TERSIMPAN SEJAK KECIL ADALAH MUNGKIN ITU PENDIDIKAN YANG TERBAIK. APABILA SESEORANG MENYIMPAN BANYAK KENANGAN INDAN DI MASA KECILNYA, MAKA KELAK SELURUH KEHIDUPANNYA AKAN TERSELAMATKAN. BAHKAN APABILA HANYA ADA SATU SAJA KENANGAN INDAH YANG TERSIAMPAN DALAM HATI KITA, MAKA ITULAH KENANGAN YANG AKAN MEMBERIKAN SATU HARI UNTUK KESELAMATAN KITA"-DESTOYEVSKY'-S BROTHERS KARAMOZOV-
PERSPEKTIF SEKOLAH YANG MENGKARBIT ANAK
Kecenderungan sekolah untuk melakukan pengkarbitan kepada anak didiknya juga terlihat jelas. Hal ini terjadi ketika sekolah berorientasi kepada produk dari pada proses pembelajaran. Sekolah terlihat sebagai sebuah "Industri" dengan tawaran-tawaran menarik yang mengabaikan kebutuhan anak. Ada program akselerasi, ada program kelas unggulan. Pekerjaan rumah yang menumpuk.
 
Tugas-tugas dalam bentuk hanya lembaran kerja. Kemudian guru-guru yang sibuk sebagai "Operator kurikulum" dan tidak punya waktu mempersiapkan materi ajar karena rangkap tugas sebagai administrator sekolah Sebagai guru kelas yang mengawasi dan mengajar terkadang lebih dari 40 anak, guru hanya dapat menjadi "pengabar isi buku pelajaran " ketimbang menjalankan fungsi edukatif dalam menfasilitasi pembelajaran. Di saat-saat tertentu sekolah akan menggunakan "mesin-mesin dalam menskor" capaian prestasi yang diperoleh anak setelah diberikan ujian berupa potongan-potongan mata pelajaran. Anak didik menjadi dimiskinkan dalam menjalani pendidikan di sekolah. Pikiran mereka diforsir untuk menghapalkan atau melakukan tugas-tugas yang tidak mereka butuhkan sebagai anak. Manfaat apa yang mereka peroleh jika guru menyita anak membuat bagan organisasi sebuah birokrasi ? Manfaat apa yang dirasakan anak jika mereka diminta membuat PR yang menuliskan susunan kabinet yang ada di pemerintahan? Manfaat apa yang dimiliki anak jika ia disuruh menghapal kalimat-kalimat yang ada di dalam buku pelajaran ? Tumpulnya rasa dalam mencerna apa yang dipikirkan oleh otak dengan apa yang direfleksikan dalam sanubari dan perilaku-pcrilaku keseharian mereka sebagai anak menjadi semakin senjang. Anak-anak tahu banyak tentang pengetahuan yang dilatihkan melalui berbagai mata pelajaran yang ada dalam kurikulum persekolahan, namun mereka bingung mengimplementasikan dalam kehidupan nyata. Sepanjang hari mereka bersekolah di sekolah untuk sekolah --- dengan tugas-tugas dan PR yang menumpuk....
Namun sekolah tidak mengerti bahwa anak sebenarnya butuh bersekolah untuk menyongsong kehidupannya !
 
Lihatlah, mereka semua belajar dengan cara yang sama. Membangun 90% kognitif dengan 10% afektif. Paulo Freire mengatakan bahwa sekolah telah melakukan "pedagogy of the oppressed" terhadap anak-anak didiknya. Dimana guru mengajar anak diajar, guru mengerti semuanya dan anak tidak tahu apa-apa, guru berpikir dan anak dipikirkan, guru berbicara dan anak mendengarkan, guru mendisiplin dan anak didisiplin, guru memilih dan mendesakkan pilihannya dan anak hanya mengikuti, guru bertindak dan anak hanya membayangkan bertindak lewat cerita guru, guru memilih isi program dan anak menjalaninya begitu saja, guru adalah subjek dan anak adalah objek dari proses pembelajaran (Freire, 1993). Model pembelajaran  banking system ini dikritik habis-habisan sebagai masalah kemanusiaan terbesar. Belum lagi persaingan antar sekolah. dan persaingan ranking wilayah....
 
Mengkompetensi Anak--- merupakan `KETIDAKPATUTAN PENDIDIKAN ?"
"Anak adalah anugrah Tuhan... sebagai hadiah kepada semesta alam, tetapi citra anak dibentuk oleh sentuhan tangan-tangan manusia dewasaYang bertanggungjawab.-…" (Nature versus Nurture). bagaimana ? Karena ada dua pengertian kompetensi = kompetensi yang datang dari kebutuhan di luar diri anak (direkayasa oleh orang dewasa) atau kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dari dalam diri anak sendir Sebagai contoh adalah konsep kompetensi yang dikemukakan oleh John Watson (psikolog) pada tahun 1920 yang mengatakan bahwa bayi dapat ditempa menjadi apapun sesuai kehendak kita-­sebagai komponen sentral dari konsep kompetensi. Jika bayi-bayi mampu jadi pebelajar, maka mereka juga dapat dibentuk melalui pembelajaran dini.
 
Kata-kata Watson yang sangat terkenal adalah sebagai berikut :


"Give me a dozen healthy infants, well formed and my own special world to bring them up in, and I'll guarantee you to take any one at random and train him to become any type of specialist I might select--doctor, lawyer, artist, merchant chief and yes, even beggar and thief regardless of this talents, penchants, tendencies, vocations, and race of his ancestors".
Pemikiran Watson membuat banyak orang tua melahirkan "intervensi dini " setelah mereka melakukan serangkaian tes Inteligensi kepada anak-anaknya. Ada sebuah kasus kontroversi yang terjadi di Institut New Jersey pada tahun 1976. Dimana guru-guru melakukan serangkaian program tes untuk mengukur "Kecakapan Dasar Minimum (Minimum Basic Skill) "dalam mata pelajaran membaca dan matematika. Hasil dari pelaksanaan program ini dilaporkan kolomnis pendidikan Fred Hechinger kepada New York Times sebagai berikut :
`The improvement in those areas were not the result of any magic program or any singular teaching strategy, they were... simply proof that accountability is crucial and that, in the past five years, it has paid off in New Yersey".
  
Juga belajar dari biografi tiga orang tokoh legendaris dunia seperti Eleanor Roosevelt, Albert Einstein dan Thomas Edison, yang diilustrasikan sebagai anak-anak yang bodoh dan mengalami keterlambatan dalam akademik ketika mereka bersekolah di SD kelas rendah. semestinya kita dapat menyimpulkan bahwa pendidikan dini sangat berbahaya jika dibuatkan kompetensi-­kompetensi perolehan pengetahuan hanya secara kognitif. Ulah karena hingga hari ini sekolah belum mampu menjawab dan dapat menampilkan kompetensi emosi sosial anak dalam proses pembelajaran. Pendidikan anak seutuhnya yang terkait dengan berbagai aspek seperti emosi, sosial, kognitif pisik, dan moral belum dapat dikemas dalam pembelajaran di sekolah secara terintegrasi. Sementara pendidikan sejati adalah pendidikan yang mampu melibatkan berbagai aspek yang dimiliki anak sebagai kompetensi yang beragam dan unik untuk dibelajarkan. Bukan anak dibelajarkan untuk di tes dan di skor saja !. Pendidikan sejati bukanlah paket-paket atau kemasan
pembelajaran yang berkeping-keping, tetapi bagaimana secara spontan anak dapat terus menerus merawat minat dan keingintahuan untuk belajar. Anak mengenali tumbuh kembang yang terjadi secara berkelangsungan dalam kehidupannya. Perilaku keingintahuan -"curiosity" inilah yang banyak tercabut dalam sistem persekolahan kita.
 
Akademik Bukanlah Keutuhan Dari Sebuah Pendidikan ! "Empty Sacks will never stand upright"---George Eliot.
 
Pendidikan anak seutuhnya tentu saja bukan hanya mengasah kognitif melalui kecakapan akademik semata! Sebuah pendidikan yang utuh akan membangun secara bersamaan, pikiran, hati, pisik, dan jiwa yang dimiliki anak didiknya. Membelajarkan secara serempak pikiran, hati. dan pisik anak akan menumbuhkan semangat belajar sepanjang hidup mereka. Di sinilah dibutuhkannya peranan guru sebagai pendidik akademik dan pendidik sanubari "karakter". Dimana mereka mendidik anak menjadi "good and smart "-terang hati dan pikiran.


Sebuah pendidikan yang baik akan melahirkan "how learn to learn" pada anak didik mereka. Guru-guru yang bersemangat memberi keyakinan kepada anak didiknya bahwa mereka akan memperoleh kecakapan berpikir tinggi, dengan berpikir kritis, dan cakap memecahkan masalah hidup yang mereka hadapi sebagai bagian dari proses mental. Pengetahuan yang terbina dengan baik yang melibatkan aspek kognitif dan emosi, akan melahirkan berbagai kreativitas.
 
Leonardo da Vinci seorang pelukis besar telah menghabiskan waktunya ber jam
jam untuk belajar anatomi tubuh manusia.
 
Thomas Edison mengatakan bahwa "genius is 1 percent inspiration and 99 percent perspiration". Semangat belajar ---"encourage” - Tidak dapat muncul tiba-tiba di diri anak. Perlu proses yang melibatkan hati---kesukaan dan kecintaan--- belajar. Sementara di sekolah banyak anak patah hati karena gurunya yang tidak mencintai mereka sebagai anak.

Selanjutnya misi sekolah lainnya yang paling fundamental adalah mengalirkan "moral litermy" melalui pendidikan karakter. Kita harus ingat bahwa kecerdasan saja tidak cukup. Kecerdasan plus karakter inilah tujuan sejati sebuah pendidikan (Martin Luther King, Jr). Inilah keharmonisan dari pendidikan, bagaimana menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan, antara kecerdasan hati dan pikiran, antara pengetahuan yang berguna dengan perbuatan yang baik...
 
PENUTUP
  
Mengembalikan pendidikan pada hakikatnya untuk menjadikan manusia yang terang hati dan terang pikiran--- "good and smart"--- merupakan tugas kita bersama. Melakukan reformasi dalam pendidikan merupakan kerja keras yang mesti dilakukan secara serempak, antara sekolah dan masyarakat, khususnya antara guru dan orangtua. Pendidikan yang ada sekarang ini banyak yang tidak berorientasi kepada kebutuhan anak sehingga tidak dapat memekarkan segala potensi yang dimiliki anak. Atau pun jika ada yang terjadi adalah ketidakseimbangan yang cenderung memekarkan aspek kognitif dan mengabaikan faktor emosi.
 
Begitu juga orangtua. Mereka berkecenderungan melakukan training dini kepada anak. Mereka ingin anak-anak mereka menjadi "SUPERKIDS". Inilah fenomena yang sedang trend akhir-akhir ini. Inilah juga awal dari lahirnya era anak-anak karbitan ! Lihatlah nanti...ketika anak-anak karbitan itu menjadi dewasa, maka mereka akan menjadi orang dewasa yang ke kanak-kanakan.
 
-------------------------------------------
*) Dewi Utama Faizah, bekerja di Direktorat Pendidikan TK dan SD Ditjen Dikdasmen, Depdiknas, Program Director untuk Institut Pengembangan Pendidikan Karakter divisi dari Indonesia Heritage Foundation.

Rabu, Desember 22, 2010

Selamat Hari Ibu

Ibu ~ Khalil Gibran

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.

Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibinya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya.

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.

Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonan
dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.

~ Khalil Gibran

Senin, Desember 20, 2010

ETIKA HIDUP BERTETANGGA

Oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz

1. Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, sebagaimana di dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, “....Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya”. Dan di dalam riwayat lain disebutkan, “Hendaklah ia berprilaku baik terhadap tetangganya”. (Muttafaq’alaih).

2. Bangunan yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita, tidak membuat mereka tertutup dari sinar matahari atau udara, dan kita tidak boleh melampaui batasnya, apakah merusak atau mengubah miliknya, karena hal tersebut menyakiti perasaannya.

3. Hendaknya Kita memelihara hak-haknya di saat mereka tidak di rumah. Kita jaga harta dan kehormatan mereka dari tangan-tangan orang jahil, dan hendaknya kita ulurkan tangan bantuan dan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan, serta memalingkan mata kita dari wanita mereka dan merahasiakan aib mereka.

4. Tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka, atau mengganggu mereka dengan melempari halaman mereka dengan kotoran, atau menutup jalan bagi mereka. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda, “Demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman! Nabi ditanya: Siapa, wahai Rasulullah? Nabi menjawab: “Adalah orang yang tetangganya tidak merasa tentram karena perbuatannya”. (Muttafaq’alaih).

5. Jangan kikir untuk memberikan nasihat dan saran kepada mereka, dan seharusnya kita ajak mereka berbuat yang ma`ruf dan mencegah yang munkar dengan bijaksana (hikmah) dan nasihat baik tanpa maksud menjatuhkan atau menjelek-jelekkan mereka.

6. Hendaknya kita selalu memberikan makanan kepada tetangga kita. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Dzarr, “Wahai Abu Dzarr, apabila kamu memasak sayur (daging kuah), maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu”. (HR. Muslim).

7. Hendaknya kita turut bersuka cita di dalam kebahagiaan mereka dan berduka cita di dalam duka mereka; kita jenguk bila ia sakit, kita tanyakan apabila ia tidak ada, bersikap baik bila menjumpainya; dan hendaknya kita undang untuk datang ke rumah. Hal-hal seperti itu mudah membuat hati mereka jinak dan sayang kepada kita.

8. Hendaknya kita tidak mencari-cari kesalahan/kekeliruan mereka dan jangan pula bahagia bila mereka keliru, bahkan seharusnya kita tidak memandang kekeliruan dan kealpaan mereka.

9. Hendaknya kita sabar atas prilaku kurang baik mereka terhadap kita. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah.... –Disebutkan di antaranya- :Seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian atau keberangkatannya”. (HR. Ahmad)

(Dikutip dari Judul Asli Al Qismu Al Ilmi, penerbit Dar Al-Wathan, penulis Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz, versi Indonesia Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari)

Kamis, Desember 27, 2007

Idul Adha 1428 H - 2007 M

Selesai sholat Idul Adha dilapangan bola Atsiri Permai pagi itu, para panitia qurban sudah bersiap-siap untuk melakukan eksekusi terhadap hewan qurban, kesiapan panitia qurban tahun ini cukup matang, terlihat pelaksanaannya terbilang sukses bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tahun ini sebanyak 3 ekor sapi dan 25 ekor kambing yang diqurbankan di Musholah Al Furqon, penyembelihan dimulai pada pukul 08.00 dan selesai dibagikan pada pukul 15.00, semua prosesi berjalan sesuai rencana, meski siang itu hujan turun.
(foto-foto kegiatan ada di Galeri)


Jumat, Desember 07, 2007

Sekata Taman Sejuta Pohon

Sabtu pagi itu terasa ada yang berbeda dari hari Sabtu sebelumnya, Lapangan Sekata terlihat telah dipasangi umbul-umbul dan spanduk serta bekas galian lubang di pingir lapangan, ibu-ibu sudah banyak berkumpul. Ternyata pagi itu Sekata sedang menanti kedatangan tamu dari jajaran eselon 1 Departemen Pertanian untuk melaksankan Program Pemerintah Wanita Menanam Sejuta Pohon.

Pelaksanaan dilakukan serentak pada pukul 08.00 WIB di seluruh Indonesia pada tanggal 1 desember 2007.



Jumat, November 09, 2007

Puting Beliung Obrak Abrik Citayam

Sore itu langit terlihat tak bersahabat, awan gelap menggelantung, seolah-olah akan runtuh menimpa bumi, tak lama berselang gerimis pun turun disusul oleh sambaran kilat dan gemuruh petir bercampur angin kencang.
Kamis November 8, 2007 sore, Citayam dan sekitarnya diamuk puting beliung. Banyak pohon yang tumbang, dan ada yang menimpa rumah penduduk di daerah Sasak Panjang. Sampai berita ini diturunkan belum ada laporan adanya korban jiwa. Masyarakat masih membicarakan bencana ini sampai esok harinya, seperti dalam film twister saja mas, tutur Ibu Nunung kepada wartawan. Kayak mau kiamat saja, imbuh pak Tarji menambahkan.
Kekuatan angin putting beliung ini dapat dilihat dilapangan sebaguna Sekata, di pinggir lapangan ada pohon beringin yang umurnya sudah 9 tahun, rindang dan banyak akar akhirnya tumbang diterjang angin, kita bisa bayangkan kekuatannya.
Belum lagi pohon-pohon yang dahannya patah, seperti di pertigaan Jl. Kenanga Raya dan Jl. Kenanga III, Jl. Kenanga Raya, Jl. Sedap malam IV dan Jl. Sedap Malam III.




Rabu, September 12, 2007

Jangan Berbuka Puasa Dengan Yang Manis

Ada sebuah artikel menarik dari Herry Mardian, tentang Berbuka puasa.
Artikel ini diambil dari :
http://suluk.blogsome.com/2007/08/02/jangan-berbuka-puasa-dengan-yang-manis/
berikut copy paste dari artikel terbut :

Thursday, August 2, 2007
Jangan Berbuka Puasa Dengan Yang Manis
Posted by Herry @ 00:44 | in Artikel, Sains | e-mail this article | + to del.icio.us

Oleh Herry Mardian

SEBENTAR lagi Ramadhan. Di bulan puasa itu, sering kita dengar kalimat ‘Berbuka puasalah dengan makanan atau minuman yang manis,’ katanya. Konon, itu dicontohkan Rasulullah saw. Benarkah demikian?

Dari Anas bin Malik ia berkata : “Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

Nabi Muhammad Saw berkata : “Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci.”

Nah. Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma, beliau berbuka puasa dengan air. Samakah kurma dengan ‘yang manis-manis’? Tidak. Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate). Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate).

Darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis? Tidak jelas. Malah berkembang jadi waham umum di masyarakat, seakan-akan berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis adalah ’sunnah Nabi’. Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka puasa dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan.

Dari dulu saya tergelitik tentang hal ini, bahwa berbuka puasa ‘disunnahkan’ minum atau makan yang manis-manis. Sependek ingatan saya, Rasulullah mencontohkan buka puasa dengan kurma atau air putih, bukan yang manis-manis.

Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis. Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah, sehingga tidak menggemukkan (data di sini dan di sini). Tapi kurma yang didatangkan ke Indonesia dalam kemasan-kemasan di bulan Ramadhan sudah berupa ‘manisan kurma’, bukan lagi kurma segar. Manisan kurma ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya agar awet dalam perjalanan ekspornya. Sangat jarang kita menemukan kurma impor yang masih asli dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat mungkin harganya menjadi sangat mahal.

Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan?

Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Bum. Sangat tidak sehat. Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan.

Mari kita bicara ‘indeks glikemik’ (glycemic index/GI) saja. Glycemic Index (GI) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh. Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin.

Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat, akan sangat menghindari makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Sebisa mungkin mereka akan makan makanan yang indeks glikemiknya rendah. Kenapa? Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari mereka.

Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya), sehingga respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian, tubuh akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak.

Saya pernah bertanya tentang hal ini kepada seorang sufi yang diberi Allah ‘ilm tentang urusan kesehatan jasad manusia. Kata Beliau, bila berbuka puasa, jangan makan apa-apa dulu. Minum air putih segelas, lalu sholat maghrib. Setelah shalat, makan nasi seperti biasa. Jangan pernah makan yang manis-manis, karena merusak badan dan bikin penyakit. Itu jawaban beliau. Kenapa bukan kurma? Sebab kemungkinan besar, kurma yang ada di Indonesia adalah ‘manisan kurma’, bukan kurma asli. Manisan kurma kandungan gulanya sudah jauh berlipat-lipat banyaknya.

Kenapa nasi? Lha, nasi adalah karbohidrat kompleks. Perlu waktu untuk diproses dalam tubuh, sehingga respon insulin dalam tubuh juga tidak melonjak. Karena respon insulin tidak tinggi, maka kecenderungan tubuh untuk menabung lemak juga rendah.

Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan puasa yang justru lemaknya bertambah di daerah-daerah penimbunan lemak: perut, pinggang, bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya. Itu karena langsung membanjiri tubuh dengan insulin, melalui makan yang manis-manis, sehingga tubuh menimbun lemak, padahal otot sedang mengecil karena puasa.

Pantas saja kalau badan kita di bulan Ramadhan malah makin terlihat seperti ‘buah pir’, penuh lemak di daerah pinggang. Karena waham umum masyarakat yang mengira bahwa berbuka dengan yang manis-manis adalah ’sunnah’, maka puasa bukannya malah menyehatkan kita. Banyak orang di bulan puasa justru menjadi lemas, mengantuk, atau justru tambah gemuk karena kebanyakan gula. Karena salah memahami hadits di atas, maka efeknya ‘rajin puasa = rajin berbuka dengan gula.’

Ingin ‘Kurus’

Melenceng dikit dari topik blog ya. Dikit aja. Itung-itung bonus.

Untuk sahabat-sahabat yang ingin kurus: jangan diet (dalam pengertian mengurangi frekuensi makan). Diet justru menambah kecenderungan tubuh untuk menabung lemak karena ‘dilaparkan’. Ketika diet memang makanan tidak masuk, tapi begitu makanan masuk, kecenderungan tubuh untuk menimbun lemak dari makanan justru lebih besar.

Rahasia kurus sebenarnya adalah menjaga agar respon insulin dalam tubuh stabil, tidak melonjak-lonjak. Caranya, hanya makan makanan yang memberi respon insulin rendah, yaitu yang indeks glikemiknya rendah.

Respon insulin tubuh meningkat bila:

(1) Makin tinggi jumlah karbohidrat yang dimakan dalam satu porsi, makin tinggi pula respon insulin tubuh (ini umumnya porsi kita di Indonesia: lebih dari 70 persen dari satu porsi makannya adalah nasi).

Makanya, makanlah dengan karbohidrat cukup lima puluh persennya saja. Sisanya protein, dan 5-10 persennya lemak. Lemak ini cukup dari lemak yang terkandung dalam daging yang kita makan, misalnya. Atau kuning telur. Tidak perlu menambah minyak atau memakan lemak hewan (yang justru buruk pengaruhnya bagi tubuh). Lemak (sedikit!) masih diperlukan untuk mengolah beberapa nutrisi dan vitamin, dan untuk membawa nutrisi ke seluruh tubuh.

(2) Semakin tinggi GI (Glycemic Index) karbohidrat yang dikonsumsi, semakin meningkat pula respon insulin tubuh. Makanya, makan hanya makanan yang GI-nya rendah. Nanti saya jelaskan di bawah.

(3) Semakin jarang makan, semakin meningkat respon insulin setiap kali makan.

Ini sebabnya diet (dalam pengertian: mengurangi frekuensi makan supaya kurus) tidak akan pernah berhasil untuk jangka lama. Setelah diet selesai, tubuh justru akan cenderung lebih gemuk dari sebelum diet. Supaya kurus (baca: supaya respon insulin tidak melonjak) justru harus makan lebih sering (4-5 kali sehari) tapi dengan porsi setengah atau sepertiga porsi biasa, dengan karbohidrat maksimal 50 persen saja setiap porsi.

Kalau respon insulin tubuh sudah stabil, maka tinggal diatur: kalau ingin kurus, kalori yang masuk harus lebih sedikit dari kalori makanan yang dibutuhkan untuk aktivitas sehari hari. Tambah dengan olahraga teratur untuk membakar lemak berlebih dalam tubuh, dan memperbesar otot. Otot membutuhkan energi, maka makin terlatih otot, ia akan makin mengkonsumsi lemak dalam tubuh kita untuk energi.

Sebaliknya kalau ingin memperbesar otot (bukan gemuk) atau mengencangkan badan, maka kalori yang masuk harus agak lebih banyak dari jumlah kalori yang akan kita pakai untuk aktivitas selama sehari, agar otot mengalami pertumbuhan. Otot sendiri dirangsang pertumbuhannya dan ‘kekencangannya’ dengan olahraga teratur. Perbanyak protein agar pertumbuhan otot optimal. Karbohidrat cukup diposisikan sebagai bahan pemberi energi, bukan untuk mengenyangkan perut.

Lucu ya: kalau ingin kurus atau memperbaiki bentuk badan, termasuk menumbuhkan otot, justru harus makan lebih sering dengan porsi kecil. Makan yang mengandung lemak, goreng-gorengan, kanji, atau karbohidrat sederhana seperti gula, manisan, minuman ringan bersoda dan sebangsanya itu sudah out of the question. Kalau kita jarang makan, atau makan tidak teratur dan sekalinya makan ‘balas dendam habis-habisan’, ya justru respon insulin kita juga melonjak dan membuat tubuh jadi menimbun lemak.

Sekali lagi, baik ketika berbuka puasa atau dalam makanan keseharian, makanlah makanan yang seimbang: 50 persen karbohidrat kompleks, 40-45 persen protein dan 5-10 persen lemak dalam setiap porsinya. Jauhilah karbohidrat sederhana sebisa mungkin. Kalaupun harus makan karbohidrat sederhana karena butuh energi cepat carilah yang nilai indeks glikemiknya rendah.

Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu untuk diubah tubuh menjadi energi. Dengan demikian, makanan diproses pelan-pelan dan tenaga diperoleh sedikit demi sedikit. Dengan demikian, kita tidak cepat lapar dan energi tersedia dalam waktu lama, cukup untuk aktivitas sehari penuh. Sebaliknya, karbohidrat sederhana menyediakan energi sangat cepat, tapi akan cepat sekali habis sehingga kita mudah lemas. Maka, ketika makan sahur, jangan makan yang banyak mengandung gula, karena kita akan cepat lemas. Makanlah karbohidrat kompleks (protein jangan dilupakan!) sehingga kita tetap berenergi sampai waktu berbuka.

Karbohidrat sederhana, GI tinggi (energi sangat cepat habis, respon insulin tinggi: merangsang penimbunan lemak) adalah: sukrosa (gula-gulaan), makanan manis-manis, manisan, minuman ringan, jagung manis, sirop, atau apapun makanan dan minuman yang mengandung banyak gula. Hindari, puasa atau tidak puasa.

Karbohidrat sederhana, GI rendah (energi cepat, respon insulin rendah): buah-buahan yang tidak terlalu manis seperti pisang, apel, pir, dan sebagainya. Sekarang ngerti kan, kenapa para pemain tenis dunia, pemain bola, pemain basket atau pelari sering terlihat ‘ngemil pisang’ di pinggir lapangan? Karena mereka butuh energi cepat, tapi nggak ingin badannya gembul berlemak.

Karbohidrat Kompleks, GI tinggi (energi pelan-pelan, tapi respon insulinnya tinggi): Nasi putih, kentang, jagung.

Karbohidrat Kompleks, GI rendah (energi dilepas pelan-pelan sehingga tahan lama, respon insulin juga rendah): Gandum, beras merah, umbi-umbian, sayuran. Ini yang paling dicari para praktisi fitness.

Makanan yang diproses pelan-pelan (karbohidrat kompleks) akan membuat kita tidak cepat lapar dan energi dihabiskan cukup untuk aktivitas satu hari penuh; respon insulin rendah membuat tubuh kita tidak cenderung untuk menabung lemak.

Kalau saya pribadi, sahur cukup dengan oatmeal gandum (ditambah gula sedikiiiiiit), atau roti coklat gandum, dua atau tiga butir telur rebus (kuningnya saya hancurkan dan ditebarkan di rumput untuk makanan semut-semut di halaman rumah), sayuran segar, dan air putih. Ini sudah cukup untuk membuat tenaga saya tidak habis sampai buka puasa karena energi dari karbohidrat kompleksnya (gandum) akan dilepas pelan-pelan ke dalam tubuh sepanjang hari. Ketika berbuka, sesuai anjuran Rasulullah dan sufi tadi, saya biasanya minum segelas air, lalu shalat maghrib. Setelah shalat makan nasi seperti biasa, sebisa mungkin dengan porsi karbohidrat-protein-lemak-air proporsional. Dan tentu tidak untuk ‘balas dendam’ karena puasa seharian. Ini justru saat yang penting untuk melatih melawan keinginan hawa nafsu ‘makan sekenyang-kenyangnya’. Belajar sabar.

Waham Umum

Oke, kembali ke topik. Nah, saya kira, “berbukalah dengan yang manis-manis” itu adalah kesimpulan yang terlalu tergesa-gesa atas hadits tentang berbuka diatas. Karena kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa (disunahkan) berbuka harus dengan yang manis-manis. Pada akhirnya kesimpulan ini menjadi waham dan memunculkan budaya berbuka puasa yang keliru di tengah masyarakat. Yang jelas, ‘berbukalah dengan yang manis’ itu disosialisasikan oleh slogan advertising banyak sekali perusahaan makanan di bulan suci Ramadhan.

Namun demikian, sekiranya ada di antara para sahabat yang menemukan hadits yang jelas bahwa Rasulullah memang memerintahkan berbuka dengan yang manis-manis, mohon ditulis di komentar di bawah, ya. Saya, mungkin juga para sahabat yang lain, ingin sekali tahu.

Semoga tidak termakan waham umum ‘berbukalah dengan yang manis’. Atau lebih baik lagi, jangan mudah termakan waham umum tentang agama. Periksa dulu kebenarannya.

Kalau ingin sehat, ikuti saja kata Rasulullah: “Makanlah hanya ketika lapar, dan berhentilah makan sebelum kenyang.” Juga, isi sepertiga perut dengan makanan, sepertiga lagi air, dan sepertiga sisanya biarkan kosong.

“Kita (Kaum Muslimin) adalah suatu kaum yang bila telah merasa lapar barulah makan, dan apabila makan tidak hingga kenyang,” kata Rasulullah.

“Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari, cukuplah sepertiga untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya yang bersumber dari Miqdam bin Ma’di Kasib)

Semoga bermanfaat….

Wassalaamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Herry Mardian, Yayasan Paramartha (juga menggemari body building)

Terima kasih kepada Abdul Saman, Dian Novi, Imam Suhadi, Muhammad Sigit, Zaenal Muttaqin, Efi Hanafi, Rahmat Sudarsono dan Melissa Rosanti atas segala ’stimulus’-nya sehingga muncul artikel ini.




Rabu, Agustus 22, 2007

Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan

Oleh: Mochamad Bugi (disadur dari : www.dakwatuna.com)

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:

· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.

· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.



Jumat, Juli 27, 2007

TEMPAT-TEMPAT LIBURAN KELUARGA JABODETABEK

1. Karavan Vila Apel Gardena.

Liburan bersama keluarga di alam pegunungan sekaligus bermalam di karavan. Tersedia aneka fasilitas untuk orang dewasa juga anak-anak.
Harga sewa per malam Rp. 200 ribu.
Untuk hari libur/raya Rp 250.000.

Alamat: Vila Apel Gardena Cipanas, Puncak. Telp. (0263) 511 901-3, 519 856.
Fax.(0263) 511 953.
---------------------------------------

2. Caldera Ed Venture Program (CEVP).

Di sini anak bisa bermain outbound.
Biaya Rp 100.000 per anak untuk paket 1 hari.
Customer service: Kaki Lintas Katulistiwa, Gd. Nariba Plaza Unit D-13, JI.
Mampang Prapatan Raya No. 39, Jaksel.
Telp.(021) 7919 6633. Fax. (021) 7919 6644.

---------------------------------------

3. Kolam Sahabat Laut.

Anak bisa memegang ikan hiu.
Harga tiket masuk Rp.12.000 untuk Senin-Jumat dan Rp. 17.000 untuk
Sabtu-Minggu dan Hari libur.

Alamat: Kolam Sahabat Laut, Sea World Indonesia, Taman Impian Jaya Ancol,
Jl. Lodan Timur No. 7 Jakarta 14430. Telp. (021) 641 0080 ext.105
Fax.(021)641 0079.
---------------------------------------

4. Museum Bahari.

Anak bisa melihat miniatur kapal tradisional Indonesia yang membawa harum nama Bangsa Indonesia, Phinisi Nusantara.
Buka dari Selasa-Minggu, tarif masuk Rp. 2.000 untuk umum.

Alamat: Museum Bahari, Jl. Pasar Ikan No.1

Jakarta Utara (Daerah Sunda Kelapa).
Telp. (021) 669 3406. Fax. (021) 669 0518, Email: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------

5. Aquatic Fantasy.

Arena permainan air khusus anak dengan puluhan jenis permainan.
Mereka bisa memanjat, melompat, perang-perangan dalam air,
berpetualang,bahkan betegur sapa dengan dewa laut Neptunus.
Tarif masuk Rp 10.000. Alamat: Jl.Raya Muchtar, Sawangan, Depok. Komplek

Perumahan Real Estate Telaga Golf.
Telp.(021)766 0390, 765 3854. Fax. (021) 766 0490.
---------------------------------------

6. Taman Nasional Gunung Halimun.

Anak bisa bertualang masuk-keluar hutan, melihat langsung satwa liar, dan
bermain di air terjun. Tersedia juga arena kemping dan tempat menginap.
Tiket masuk sekitar Rp. 3.000 untuk anak-anak.

Alamat: JI. Raya Cipanas,Kabandungan. PO Box 2 Parung Kuda, Sukabumi.
Telp. (0266) 621 256. Fax. (0266) 621 257.
---------------------------------------

7. Bayt AI-quran.

Ini adalah museum, sekaligus tempat menimba ilmu mengenai agama Islam, khususnya Alquran.
Tarif masuk Rp. 500 - Rp 1.000.

Alamat: Jl. Raya TMII, Jakarta (Komplek TMII).
Telp. (021) 8416467/68 Fax. (021)841 6466
---------------------------------------

8. Taman Nasional Gunung Pantjar.

Selain piknik, anak bisa melakukan kegiatan menjaga kesehatan dan pemulihan kekuatan fisik seperti terapi akupunktur, air panas mineral.

Alamat: Taman Nasional Gunung Pantjar, Bogor.
Telp. (021) 917 3208
---------------------------------------


9. Taman Buah Mekarsari.

Anak bisa belajar jadi patani, malah bisa menuai, memakan, serta membawa pulang hasilnya.
Biaya Rp. 100.000 per anak.

Alamat: Jl. Raya Cileungsi-Jonggol Km.3, Cileungsi, Bogor 16820.
Telp.(021)823 1811-13 Fax.(021)823 1475.
---------------------------------------

10. Kebun Wisata Pasirmukti.

Anak bisa merasakan bagaimana indahnya hidup di alam pedesaan yang
sesungguhnya. Biaya paket anak tani Rp. 250.000 untuk 2 hari 1 malam.

Alamat: Jl. Raya Tajur Pasirmukti KM 4, Citeureup, Bogor.
Telp.(021)8763564-65.
---------------------------------------

11. Safari Trek.

Masih dalam kawasan Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, anak bisa
merasakan dirinya menjadi pendaki gunung dan penjelajah alam bebas. Mereka pun bisa bertemu dan saling menyapa langsung dengan Gajah pekerja.
Biaya Rp. 15.000 per orang.

Alamat: Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor-Jabar. Telp (0251) 253 222.
---------------------------------------

12. Monumen Kapal Selam.

Di sini anak bisa melihat dan praktek langsung sebagai pengemudi kapal selam perang. Tiket masuk Rp 2.500.

Alamat: Jl. Pemuda 29, Surabaya Telp. (031) 549 0410
---------------------------------------

13. Speedy Karting.

Sekolah gokart khusus anak dan tempat anak bermain olahraga gokart.
Sewa gokart Rp. 45.000, sekolah gokart Rp. 1,5 juta.

Alamat:Tempat Hanggar Teras Pancoran, JI. Gatot Subroto Kav. 72,Jaksel.
Telp. (021) 7918 4674.

PS : Sekarang udah ada yang baru di Pondok Indah, setelah Pondok Indah Mal.
---------------------------------------

14. Kampoeng Maen.

Ini adalah kampungnya anak untuk bermain.
Biaya Rp.35.000.

Costumer Service: Jl. Mampang Prapatan Raya No. 39 Jaksel Telp.(021)7919
6633, Fax: (021) 7919 6644.
---------------------------------------

15. Pusat Primata Schmutzer.

Di kawasan ini anak bisa melihat secara langsung kenekaragaman hewan
primata, termasuk gorila. Tarif masuk mulai Rp.2000.

Alamat: Taman Margasatwa Ragunan, JI. Harsono RM No. 1, Ragunan, Jakarta
12550.
Telp. (021) 780 6975, 789 0615. Fax. (021) 780 5280
---------------------------------------

16. Observatorium Bosscha.

Tempat wisata ilmiah di mana anak bisa melihat bintang dan rasi/gugusan
bintang.
Tarif mulai Rp. 5.000.
Alamat: Observatorium Bosscha, Departemen Astronomi ITB, Lembang,Bandung
40391 Telp. (022) 278 6001
---------------------------------------

17. Cyber Spot.

Tempat rekreasi dan edukasi keluarga.

Alamat Jakarta: Jl. Mega Kuningan Lt. 5 No. 1, Jakarta Selatan. Telp. (021)
579 59367
Alamat Bandung: Bandung Supermal Lt. 2, Jl. Gatot Subroto, Bandung.
Alamat Surabaya: Jl. Pemuda 90-94, Surabaya.
********************************************************************

MUSEUM

1. Museum sejarah Jakarta, Jl. Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat
2. Museum Joang '45, Jl. Menteng Raya no. 31, Jakarta Pusat
3. Museum Wayang, Jl. Pintu Besar Utara No. 27, Jakarta Barat
4. Museum Seni Rupa dan Keramik, Jl. Pos Kota No. 2, Jakarta Barat
5. Museum Tekstil, Jl. KS Tubun No. 4, Jakarta Barat
6. Museum Bahari, Jl. Pasar Ikan No. 1, Jakarta Utara.
7. Museum Taman Prasasti, Jl. Tanah Abang I, Jakarta pusat
8. Gedung M.H. Thamrin, Jl. Kenari II/15, Jakarta Pusat
9. Museum Sumpah Pemuda, Jl. Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat
10. Museum Kebangkitan Nasional, Jl. Abdurachman Saleh No. 26, Jakarta Pusat
11. Museum Nasional, Jl. Merdeka Barat No. 12, Jakarta Pusat
12. Monumen Nasional, Jl. Silang Monas, Jakarta Pusat
13. Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jl. Imam Bonjol No. 1, Jakarta Pusat
14. Museum ABRI "Satriamandala", Jl. Jend. Gatot Subroto No. 14, Jakarta
Selatan
15. Museum Waspada Purbawisesa, Jl. Jend. Gatot Subroto No. 16, Jakarta
Selatan
16. Museum Ahmad Yani "Sasmitaloka", Jl. Lembang No. 58, Jakarta Pusat
17. Monumen Pancasila Sakti, Jl. Raya Pondok Gede Lubang Buaya, Jakarta
Timur
18. Museum TNI AU "Dirgantara Mandala", Jl. Jend. Gatot Subroto
No.27,Jakarta Selatan
19. Museum TNI AL "Loka Jala Srana", Cilangkap, Jakarta Timur
20. Museum POLRI, Jl. Trunojoyo No. 1, Jakarta Selatan
21. Museum Keprajuritan Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah
22. Museum Perangko Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah
23. Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah
24. Museum Asmat, Taman Mini Indonesia Indah
25. Museum Fauna Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah
26. Museum Olah Raga, Taman Mini Indonesia Indah
27. Museum Purnabhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah
28. Museum Minyak dan Gas Bumi, "Graha Widya Patra" Taman Mini Indonesia
Indah
29. Museum Telekomunikasi, Taman Mini Indonesia Indah
30. Museum Istana Kepresidenan "Puri Bhakti Renatama", Jl. Veteran
No.16,Jakarta
Pusat
31. Museum Manggala Wanabhakti, Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan
32. Museum Adam Malik, Jl. Diponegoro No. 29, Jakarta Pusat
33. Museum Serangga, Taman Mini Indonesia Indah
34. Museum Pusaka, Taman Mini Indonesia Indah
35. Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah
36. Bentara Budaya Jakarta, Jl. Palmerah Selatan No. 17, Jakarta Barat
37. Tosan Aji Jl. Kwitang, Jakarta Pusat
38. Pra Museum Onrust, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara
********************************************************************

Lokasi Outbound/ Agriwisata
--------------------------------------

1.Kebun Wisata Pasir Mukti.

Lokasi sekitar 45 menit dari Jakarta,bentuknya
agriwisata dimana kita bisa memetik buah, belajar menanam macam-macam, memancing, main Lumpur, memetik buah, api unggun, poco-poco dan menginap di guesthouse/ cottage.
Biaya Rp 250.000/ person untuk menginap, termasuk breakfast, lunch dan
dinner.
Reservation: Jl. Raya Tajur Pasirmukti Km. 4, Citeureup Bogor. Ph:(021)
8763564-65, 7398808Fax (021)8763566
--------------------------------------

2.Citarik One Stop Adventure.

Lokasi di citarik, Lokasi Adventure milik pasangan Lody Korua dan Amalia
yunita yang pencinta alam ini memiliki berbagai kegiatan seru dan menarik,
diantaranya: adventure rafting trip, terus ada cottage yang seru-seru
(misalnya dibuat dari tenda atau kayu-kayu/tradisional cottage, pokoknya
seperti camping deh), terus ada BBQ, family trecking trip, paintball,
adventure offroad trip terus ada lokasi outdoor experiential education untuk anak-anak yang aman dan seru.pokoknya lokasi ini seru banget terutama untuk anak-anak cowok yang sudah SD ke atas!!!!
Biaya: antara Rp44.000 s/d Rp 350.000, tergantung kegiatan yang dipilih.
Reservation: PT Lintas Jeram Nusantara, Graha macula, Ground Floor, Jl.
K.H.Abdullah Syafi'ie No. 5 (d/h: Jl. Lapangan Roos Raya) Jakarta 12840.
Ph.(021) 8355885, 9259230, 0811103397, Fax: 8314834
--------------------------------------

3.Tanah Tingal.

Tempat rekreasi keluarga, anak dan agrowisata dengan fasilitas kolam renang, restaurant (menunya pasundan euy, bisa dipesan dan jadi kegiatan andalan disini soalnya katanya enak pisan, pondok seni, taman bermain dengan permainan tradisional, kebun pembibitan, peternakan, jalur sepeda, tempat berkemah, pondok menginap serta rumah pohon untuk anak 5 - 15 thn dengan paket sesuai permintaan.
Reservation: Jl. Merpati Raya no.32B, Desa Sawah Baru, Jombang,
Ciputat 15400, Tanggerang. Ph. 7433131
--------------------------------------

4. Agro Wisata Tanaman Obat.

Terletak di desa Karyasari, Leuwlliang,Bogor,di sini ada 420 jenis tanaman
obat, disana bisa sambil wisata boga,makan makanan sunda! Biaya Rp 75.000,- plus pemandu penjelasan keliling kebun.
Jl. Raya Karacak-Cianten KM 10, Desa Karyasari, Leuwiliang, Bogor, telp.0251-42872438
--------------------------------------

5. Program Pulang Kampung desa Cinangneng.

Letak 1 km dari kampus IPB, Dermaga Jl. Babakan Kemang RT1, RW2, Cihideung, Kec. Ciampea, Bogor. Untuk weekend sama keluarga bisa nyewa 1 vila untuk 2 orang Rp 300.000, atau satu bungalow dengan dua kamar, @ Rp 275.000,- termasuk makan 3 kali, sama tour de desa. Tapi yang seru kalau group, min.
20 orang @ Rp 215.000,- Itu termasuk makan 3 kali plus snack 2 kali plus tour de desa, belajar bercocok tanam, belajar main gamelan dan tari sunda, belajar membuat permainan anak desa, memandikan kerbau, main di sungai, malam: ronda desa sambil di jamu di rumah penduduk, api unggun dan makan jagung bakar...seru enggak tuuuuuuh!!!!!
--------------------------------------

6.Sekolah Layar Nasional.

Kontak person: Tjatjang Hidayat, Jl. Lodan Timur7,Marine, Taman Impian Jaya Ancol Jkt. Ph. 9220340, fax: 3150285. Konon tempat ini menyediakan beberapa kegiatan air yang menarik. Liburan berkualitas (berlibur sambil belajar!)
--------------------------------------

7.Doctor Rabbit Science & adventures Preschool.

Kadang kalau liburan tempat ini menyediakan camping untuk anak-anak dimana anak bisa bermain di alam terbuka sambil bereksperimen science sederhana.
Jl. Taman Sari I No. 77, Karang Tengah Lebak Bulus, Jaksel Ph: 7508371-
7694786
--------------------------------------

8.My Playground.

Jl. Margasatwa No. 16, Pondok Labu, Jakarta Belajar art (ngelukis dan clay) untuk ngisi waktu libur
--------------------------------------

9. Klub Dino,

Ruko Bona Indah A1-A2, Jl. Karang Tengah Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Biasanya tiap libur, klub ini buat paket-paket liburan untuk belajar ngebatik, potery, ngelukis dan kegiatan-kegiatan art lain!
--------------------------------------

10. Belajar renang, tennis dan taekwondo. Peekaboo.

Apartemen Taman Rasuna, Kuningan Tower 7 Lower Ground. Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta
--------------------------------------

11. Tempat Keramik Widjayanto.

Jl. Curug Agung No. 1, Tana Baru (Dekat Depok Mulya III). Ph. 737685/86. Disini juga ada restoran dengan makanan buatan si mbok yang sedap banget, dan anak-anak juga belajar bikin keramik, sementara si ibu-ibu bisa window shopping!!!